PT. Sarottama Dharma Kalpariksa

Pioner Pakan Hijauan Indonesia

Pioner Pakan Hijauan Indonesia

+menu-


  • Perkebunan Sorgum Manis

    Berikut ini video tentang kebun sorgum manis yang dikembangkan oleh PT. Sarottama Dharma Kalpariksa. DIbawah pengawasan Bagus Ibnu S., S.TP.

    Karakteristik Umum:

    Jenis Sorgum: Sorgum Manis Merah.
    Ketinggian Tanam: 500-700 dpl.
    Tinggi Tanaman: +/- 3m.
    Berat Tanaman (total): +/- 1,5-2kg/batang.
    Berat Malai: +/- 0,5 kg.
    Warnai Malai: Merah.
    Kadar gula: 12 brix
    Total nira: 30% dari berat total.

    Silahkan download link berikut ini:
    Kebun Sorgum


  • Menteri PDT dan Sarottama Panen Jagung Di Dompu

    SUMBER: www.antaramataram.com

    Rabu, 20 Maret 2013 14:13 – Laporan anwar maga

    Panen dengan menteriMataram, 20/3 (Antara) – Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT) Helmy Faizal Zaini menghadiri panen jagung perdana di Desa Tapopo, Kecamatan Kilo, Kabupaten Dompu, Pulau Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB), Rabu sekitar pukul 14.00 Wita.

    Helmy dan rombongan dari Kementerian PDT bertolak dari Jakarta sekitar pukul 05.45 Wita dengan pesawat Garuda menuju Bandara Ngurah Rai, Bali, kemudian menuju Bandara Sultan Salahudin Bima.

    “Setelah beristirahat sejenak, Pak Menteri dan rombongan menuju lokasi panen jagung perdana musim panen 2012 di Desa Tapopo, sekitar 30 kilometer dari Pendopo Bupati Dompu,” kata Kabag Humas dan Protokol Setda NTB Tri Budiprayitno, yang dihubungi dari Mataram.

    Ia mengatakan, jagung yang dipanen Menteri PDT dan rombongan itu merupakan bagian dari seribuan hektare lahan jagung hibrida yang akan segera dipanen di wilayah Kabupaten Dompu.

    menteri KPDTSeribuan hektare lahan jagung itu merupakan bagian dari 25 ribu hektare jagung pada musim tanam awal 2013 di Kabupaten Dompu. Dengan luas tanam yang ditargetkan mencapai 25 ribu hektare dengan perkiraan luas panen 24.500 hektare lebih maka diperkirakan produksinya dapat melebihi 100 ribu ton.

    Pemerintah pusat masih mengandalkan NTB sebagai salah satu daerah produsen jagung nasional. Kabupaten Dompu merupakan salah satu sentra produksi jagung di wilayah NTB.

    Kebutuhan jagung nasional cukup besar yakni 13,8 juta ton per tahun, dan NTB merupakan salah satu daerah potensil yang diandalkan. Karena itu, hampir setiap tahun Menteri Pertanian menyempatkan diri menghadiri panen jagung di Dompu, pada akhir Maret atau April. Kini, Menteri PDT yang berminat ikut panen jagung di Dompu.

    Pemerintah Provinsi NTB mengklaim produksi jagung pada musim panen 2012 mencapai 641.489 ton, atau jauh melebih target yang ditetapkan sebanyak 500 ribu ton.

    Produksi jagung di wilayah NTB dalam empat tahun terakhir ini mengalami peningkatan yang signifikan karena meningkatnya minat petani menanam jagung, yang didukung dana dan pembinaan dari pemerintah daerah, dan pusat.

    Komoditi jagung merupakan salah satu program unggulan Pemprov NTB, yang dituangkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) NTB 2008-2013.

    Kerjasama dengan kelompok taniPada 2008, produksi jagung NTB tercatat sebanyak 196.263 ton, yang mengalami peningkatan signifikan pada tahun pertama program unggulan pijar (sapi, jagung dan rumput laut) yang dicanangkan Gubernur NTB TGH M Zainul Majdi, dan wakilnya H Badrul Munir, yakni sebanyak 308.863 ton di 2009.

    Selanjutnya, produksi jagung 2010 mencapai 371.826 ton, dan meningkat lagi menjadi 456.915 ton di 2011, hingga mencapai 641.489 ton pada musim panen 2012.

    Tri mengatakan, Menteri PDT dan rombongan pejabat kementerian dijadwalkan bermalam di Pulau Sumbawa, karena masih ada rangkaian kegiatan pada hari berikutnya.

    Dijadwalkan, Kamis (21/3), Menteri PDT akan berkunjung ke Kampus Universitas Teknologi Sumbawa (UTS), sekaligus meninjau lokasi pacuan kuda dan penyerahan bantuan pemberdayaan masyarakat.

    Selanjutnya, bertolak dari Pulau Sumbawa ke Pulau Lombok, guna menghadiri pertemuan silaturahmi di Pondok Pesantren Qamarul Huda, di Bagu, Kabupaten Lombok Tengah, yang dijadwalkan pukul 16.00 Wita.

    Menteri PDT dan rombongan dijadwalkan meninggalkan wilayah NTB menuju Jakarta via Denpasar, Bali, dari Bandara Internasional Lombok pukul 19.00 Wita. (*)


  • Sorgum Manis Unggulan

    Sorgum manis merupakan komoditi unggulan lain yang sedang dikembangkan oleh PT. Sarottama Dharma Kalpariksa dibawah kepengurusan anak perusahaannya yakni Sarottama Agritech. Sorgum manis yang dikembangkan memiliki potensi unggulan antara lain:
    1. Batangnya tinggi bisa mencapai 3m.
    2. Batangnya besar sehingga kandungan gulanya banyak.
    3. Daunnya hijau sehingga cocok untuk pakan ternak.
    4. Malainya besar sehingga dapat diolah menjadi tepung sorgum.

    Batang yang dihasilkan sangat besar yakni sekitar 3 jari orang dewasa. besarnya batang ini belum didukung oleh penambahan pupuk saat penanamannya sehingga jika ditambahkan dengan pupuk akan memiliki batang yang lebih besar dan kandungan gula yang lebih tinggi.

    Dalam satu rumpun memiliki batang yang hampir sama besar meskipun diberi jarak yang rapat dengan rumpun lain, keunggulan tanaman inilah yang patut dikembangkan untuk diambil kandungan niranya, tepungnya, dan serat tanamannya yang dijadikan pakan hijauan yang kaya serat dan kalori.


  • Sapi Perah Jantan

    Tingginya kebutuhan akan daging di Indonesia menjadikan harga daging yang terus melambung tinggi hingga tembus di angka Rp 90.000,- hal ini memicu minat peternak untuk mengembangkan peternakan sapi namun ada kendala di pembibitan yang selama ini masih sangat kurang.

    Namun ada beberapa alternatif bakalan sapi yang bisa dikembangkan yakni anakan sapi perah berkelamin jantan. Budidaya peternakan sapi jantan dari anakan sapi perah ini memiliki beberapa keuntungan bagi segala belah pihak yakni pihak pertama sebagai peternak sapi perah dengan dijualnya anakan jantan akan mengurangi biaya produksi pakan dan bagi pembeli akan mendapatkan biaya bibit yang murah.

    Meningkatnya kebutuhan akan ternak sapi ini meningkatkan pula kebutuhan akan pakan hijauan, memang selama ini pakan hijauan masih cenderung tinggi hasilnya karena musim hujan namun hanya untuk hijauan berupa rumput yang dapat tumbuh baik sedangkan untuk pakan greenchop dari jagung masih sangat tinggi kebutuhan namun rendah produksinya.

    Perlu adanya pengembangan yang konsen dalam pakan ternak sehingga adanya kesinambungan antara pakan-peternakan-daging sehingga harga akhir produksi berupa daging tidak terlalu tinggi.


  • Kerjasama dengan Bima dan Dompu

    Pada tanggal 21 Januari 2013 Dirut PT. Sarottama Dharma Kalpariksa mengikuti acara yang diadakan oleh Kementrian PDT pusat di jakarta sebagai narasumber dan success story yang pernah dijalani PT. Sarottama Dharma Kalpariksa dalam menjalin kemitraan dalam budidaya jagung yang ada di Jawa Barat.

    Acara yang dihadiri oleh Ketua Umum MAI dan dewan jagung Bpk Dr. Ir. Fadel Muhammad ini membicarakan kerjasama dengan pebisnis-pebisnis agribisnis di Indonesia.

    Pada acara ini juga ada penandatanganan MoU antara PT. Sarottama Dharma Kalpariksa dengan KPDT (Kementrian Pemberdayaan Daerah Tertinggal), PT. Sarottama Dharma Kalpariksa dengan pemerintah DOMPU, PT. Sarottama Dharma Kalpariksa dengan BIMA.

    Ketiga kerjasama ini berkaitan dengan pengembangan daerah yang ada di Dompu dan di Bima dengan komoditi utama adalah jagung. PT. Sarottama Dharma Kalpariksa menjadi penjamin pasar utama produksi yang ada di kedua daerah tersebut.

    Informasi lebih lanjut silahkan kontak kami di
    ibnu@sarottamagroups.com


  • Panen Kering Pipil

    PT. Sarottama Dharma Kalpariksa menjadikan komoditas kering pipil menjadi perioritas yang lain selain jabon. Panen kering pipil pada tahun kemaren dilakukan oleh PT. Sarottama di daerah Jawa Tengah tepatnya di purwodadi. Jauhnya lokasi panen dari kota Bandung tidak menyurutkan semangat perusahaan.

    Pada tahun musim tanam pertama ini diperkirakan produksi terbesar di kebun mitra milik sarottama di daerah bojong, nagreg tepatnya di daerah jalan baru lingkar nagreg.

    Luasan yang diperkirakan akan panen sekitar 500 ha. Kelompok tani yang dipimpin oleh bapak Bobby ini menjadikan mitra terbesar kami untuk sementara ini.

    Saat ini posisi jagung di daerah itu masih cocok untuk pakan sapi (jabon) maka harus menunggu kisaran 2 bulan lagi, maka dalam dua bulan kedepan diperkirakan produksi perusahaan akan tinggi.

    Bagi konsumen yang berminat silahkan kontak kami di
    ibnu@sarottamagroups.com


  • Kebun Sorgum

    PT. Sarottama mengembangkan budidaya sorgum di beberapa titik antara lain di Banjarwangi garut, di cicalengka bandung, dan di Subang. beberapa lokasi ditanam dengan beberapa varietas budidaya dengan tujuan mencari kualitas terbaik dari benih yang digunakan.

    Ada sekitar 5-10 jenis macam benih yang dikembangkan hingga saat ini baru ada sekitar 3 pilihan benih yang bagus dan bisa dikembangkan ke tahap selanjutnya antara lain benih lokal (sorgum manis), benih SDK 1, dan benih SDK.

    Untuk benih lokal memiliki kenggulan antara lain masuk katagori sorgum manis, batang besar, hasil tonase tinggi.
    Untuk benih SDK 1 tergolong sorgum original dengan bulir yang besar dan warna putih.

    Informasi lain akan terus kami kembangkan.
    butuh informasi lain silahkan hub ke ibnu@sarottamagroups.com


  • Panen Jagung Tebang Pohon (Jabon)

    Panen perdana dimulai saat ini tertanggal 12 Januari 2013 dengan lokasi panen didaerah Saguling sesuai dengan perjanjian dengan pihak koperasi diatas.

    Proses kerjasama yang sudah berjalan apik ini terus dikembangkan oleh PT. Sarottama Dharma Kalpariksa hingga beberapa lokasi yang ada di Jawa Barat.

    Panen saat ini melibatkan tenaga petani sendiri sehingga nilai ekonomis bagi para petaninya sangat tinggi dan dapat meningkatkan harga jual dari petani ke pada PT. Sarottama Dharma kalpariksa.

    Persiapan lokasi lain juga sedang kami persiapkan antara lain sesuai dengan tabel berikut ini

    Total panen ini akan dialokasikan ke berbagai pasar yang ada di Jawa Barat dan sekitarnya.


  • Panen Perdana

    Dengan Mengucap Bismillahirohmannirrohim.
    Memasuki tahun yang baru ini PT. Sarottama Dharma Kalpariksa memulai panen perdana sabtu, 12 Januari 2013. Potensi yang akan ditanam hingga musim pertama ini berkisar 600-1000 Ha yang tersebar di seluruh Jawa Barat. Pada tahap pertama pemanen ada di lokasi Saguling, Cianjur dengan potensi luas lahan 200 Ha dan perkiraan besarnya panen sekitar 4000 ton.

    Pasar yang akan kami suplay meliputi PT. UPBS, PT. Kadila, KPBS, KPSBU, dan Lewo dengan luasan pengiriman sebesar 50-80ton perhari.
    Pada panen perdana ini PT. Sarottama mendahului waktu panen beberapa daerah yang ada disekitar Jawa Barat sehingga pangsa pasar saat ini masih cukup tinggi untuk kami suplay.

    Besar harapan lancar dan suksesnya panen PT. Sarottama Dharma Kalpariksa


  • Budidaya Sorgum Merah


    Berawal dari bangku kuliah bioenergi menjadi topik yang sangat digemari. Sorgum merah menjadi pilihan dalam memilih fokus perhatian dibidang bioetanol. Penulis memulai tertarik dengan sorgum ketika banyak khalayak ramai membicarakan tentang bioenergi terutama bioetanol.
    Penulis kini telah mulai menggeluti sorgum sudah hampir 1 tahun. Bibit sorgum yang diambil dari Wonogiri ini memiliki daya tarik tersendiri bagi penulis. Kadar pati sebesar 60% merupakan kandungan pati didalamnya, hal ini membuat penulis tertarik untuk membudidayakan dan meneliti perkembangannya.
    Berikut merupakan hasil uji coba selama ini:

    HASIL ANALISIS
    Percobaan budidaya tanaman sorgum sebagai bahan baku pembuatan bioetanol dilakukan selama 120 hari atau sekitar 4 bulan. Beberapa kriteria dari benih sebagai berikut:
    Jenis : Sorgum Merah
    Asal Benih : Wonogiri
    Kadar Pati : 60%
    Lokasi Tanam : Bogor
    Kondisi Tanam:
    1. Bibit ditebar sehingga tidak memperhatikan kerapatan
    2. Tidak diberi perlakuan pemupukan
    3. Benih tidak dipilih
    4. Iklim cenderung kemarau
    5. Tidak ada penanganan khusus seperti penanganan hama.
    6. Setiap pohon dapat menghasilkan buah 2 kali namun dalam perhitungan ini hanya dihitung 1 kali.
    Kondisi tanam dibuat seminimal mungkin agar mengetahui hasil minimal yang diperoleh saat uji coba penanaman sorgum. Pada hari ke 120 menghasilkan data sebagai berikut:

    No Bobot Buah No Bobot Buah No Bobot Buah Berat Rata2
    1 23,12 6 5,27 11 32,06 17,16
    2 31,16 7 10,58 12 13,63
    3 31,81 8 12,57 13 7,84
    4 22,27 9 11,85 14 13,75
    5 27,43 10 7,17 15 6,88

    Pada data diatas rata-rata berat sorgum sekitar 17,16 gr per pohon hal ini merupakan hasil dengan perlakuan minimal. Berdasarkan literatur untuk memperoleh 1 liter etanol diperlukan sekitar 3 kg sorgum atau sekitar 3000gr (1:3) dengan kondisi hasil panen sekitar 17.6 gr/pohon maka diperlukan sekitar 171 pohon untuk menghasilkan 1 liter.
    Jika target pabrik menghasilkan 500 liter perhari maka diperlukan sorgum sebanyak 1500 kg/hr. Maka dalam waktu 1 bulan harus terdapat bahan baku sebanyak 45000 kg/bln atau 45 ton/bln. Hal ini dapat diperoleh dengan cara mengorder dari tengkulak wonogiri, indramayu, pati, dsb nya.
    Jika perusahaan ingin mempersiapkan dari perkebunan pribadi maka diperlukan tanaman sebanyak 171 pohon X 500 yakni sebesar 85500 pohon. Secara umum penanaman sorgum berjarak 60×40 cm setiap lubang terdapat 4 butir. Sehingga untuk memenuhi 85500 pohon diperlukan luas tanah sebesar 0.52 ha. Dengan perhitungan sebagai berikut
    Diketahui:
    1 lubang = 4 pohon.
    1 lubang = 60×40 cm atau 0.24 m2.
    Maka
    85500 pohon / 4 pohon = 21375 lubang
    21375 lubang x (0.24 m2 / 1 lubang) = 5130 m2. atau sebesar 0.52 ha.
    Hal ini baru dapat memenuhi untuk kebutuhan 1 hari. Dengan asumsi hari kerja 30 hari maka diperlukan luas tanah sebesar 0.52 ha x 30 = 15.6 ha.
    Berikut beberapa dokumentasi: